General

Unggah Gaji 700 ribu, Guru Honorer dipecat, PGRI dan FSGI bergerak

Unggah Gaji 700 ribu, Guru Honorer dipecat, PGRI dan FSGI bergerak- Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) serta Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) sayangkan pemberhentian pada Hervina (34), guru honorer di SD Negeri 169 Dia disingkirkan dikira lantaran menggugah photo upahnya sejumlah Rp700 ribu di medsos. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), menuturkan, momen itu merupakan realita faktual dari keadaan guru honorer di Indonesia. Hal semacam itu cuman kenyataan gunung es. Pemberhentian gara-gara membuat upah Rp700 ribu itu sekedar soal yang nampak di atas, namun di bawahnya, sangat banyak soal. “Itu realita faktual dari keadaan honorer di Indonesia yang beberapa puluh tahun menolong pengajaran Indonesia berjalan secara bagus. Untuk kami itu semacam kenyataan gunung es, konten upah Rp700 ribu itu nampak di atas, akan tetapi di bawahnya sangat banyak soal yang menyayat hati hati,” menurut dia. Ketua umum menuturkan, jabatan guru sangatlah riskan serta gak disegani. Upah dari guru honorer yang paling kecil serta tiada standard pengupahan yang pasti serta baik. “Begitu jabatan guru sangatlah vulnerable gak disegani, kalah dari tangan kanan rumah tangga, lantaran itu insiden yang ada pada Bone membuka mata,” ujarnya.

 

Cari Pabrik Maklon Kosmetik dan Skincare terbaik? Klik disini

 

Balikkan Hervina

Ketua umum mengharapkan, Hervina bisa dibalikkan kembali jadi guru serta ada perhatian dari pemda serta Kemendikbud. Selebihnya, soal itu cukup jadi evaluasi biar waspada dalam gunakan sosial. “Saya mengharapkan dibalikkan lah, lantaran ia sudah mempunyai NUPTK, ada angan-angan buat PPPK. Ada perhatian dari Pemda serta Kemendikbud. Kami mau ini seluruh ini menjadi pelajaran namun juga sama dengan waspada gunakan tempat.Yang terpenting, ia gak punya maksud apa-apa. Balikkan ia bekerja,” ujar Ketua umum itu.

Ketua umum pula mengharap tersedianya standard pengupahan minimal buat guru, utamanya guru honorer. Peranan mereka yang besar dalam pengajaran, begitu gak eloknya kalau penghasilan mereka sangatlah kecil. “Mereka beberapa puluh tahun melayani serta guru itu tiada standard pengupahan. PGRI dari awal mula mengharap, ada standard upah minimal. Lebih-lebih lagi guru cuman dilunasi menurut perbandingan dari BOS yang paling kecil banyak,” tangkisnya.

Ketua umum pula mengharap tersedianya standard pengupahan minimal buat guru, utamanya guru honorer. Peranan mereka yang besar dalam pengajaran, begitu gak eloknya kalau penghasilan mereka sangatlah kecil. “Mereka beberapa puluh tahun melayani serta guru itu tiada standard pengupahan.

Pemberhentian guru honorer oleh kepala sekolah lewat Whatsapp ini mendapati banyak tanggapan, termaksud dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Mereka gak cuman sayangkan atas pemberhentian itu, dan juga upah guru honorer di Indonesia masih yang sangatlah minim. Lantas, selayaknya berapakah baiknya upah buat guru honorer?

 

Baca juga: Rahasia Sukses Beautypreneur

 

Upah Honorer Minim Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), menuturkan, sekarang upah buat guru honorer masih minim. Dia memandang banyak guru honorer, terlebih di sudut-pelosok masih yang dibayar senilai Rp 500-700 ribu perbulan, juga ada yang lebih rendah dari itu. Ukuran paling tinggi, dia memandang DKI Jakarta, guru honorer dari sana dibayar sama dengan UMR yaitu Rp4,2 juta. Meskipun ada masih yang dibayar di bawah itu lantaran bergantung kebolehan sekolah. “Kalaupun di Jakarta, jadi ukuran yang tertinggi. Mereka dibayar dengan Rp 4,2 juta. Udah dikukuhkan pemerintahan. Ini ukuran paling tinggi. Meskipun bergantung kebolehan sekolah serta wilayah pula,” kata Sekjen. “Ukuran sangat rendahnya, Rp 500-700ribu. Di wilayah yang rada jauh, sudut, peluang sesuai itu. Apabila sudah di kota, dapat lebih pada itu. Standarnya di DKI, Rp 4,2 juta. Sementara di Kalimantan sana atau di Sulawesi Selatan serta Papua punyai UMR tidak serupa,” sambungnya.

Meskipun belumlah ada standard upah yang baku buat guru honorer, Sekjen menilainya upah guru honorer sedikitnya sama dengan Penghasilan Minimal Regional (UMR) di ” Guru honorer di Sekolah Negeri diongkosi biaya BOS, akan tetapi semasing wilayah itu kan ada gunakan biaya sama dengan UMR, akan tetapi juga ada yang tak sesuai dengan UMR.” Katanya.

 

Baca juga: 3 Tipe Hukum Lakukan I’tikaf

 

Sedikitnya Sama UMR

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), menuturkan, upah guru honorer masih yang kecil. Dia juga pernah bertandang ke NTT serta ajukan pertanyaan upah guru honorer cuman Rp90 ribu saja. Tidak serupa dengan sejumlah guru honorer yang ada pada Jakarta serta beberapa kota besar lain, pemda memberinya jumlah rada besar. Meskipun, dia menilainya upah guru honorer secara umum sangatlah rendah. “Semacam pada Jakarta, Bekasi, Jabodetabek, pemda memberinya cukup rada besar, namun secara umum sangat sangatlah rendah. Ada yang Rp500ribu, Rp700ribu, ada yang makin besar kembali. Bergantung kebolehan wilayah. Yang benar mereka di beberapa sekolah itu ya sangatlah rendah,” ujarnya. Ketua umum menuturkan, sedikitnya upah guru honorer dapat dijajarkan dengan penghasilan minimal regional. Memandang jabatan guru jadi jabatan yang mulia, gak lumrah kalau cuman dibayar sangatlah minim. “Sedikitnya disamakan lah dengan upah minimal. Kalaupun upah minumum, penghasilan guru regional upah Rp4juta demikian, ya ikutlah sesuai itu. Kalaupun kita mempunyai UMR setiap wilayah, turuti yang itu. Meski sebenarnya, guru disaksikan dari posisi serta value-nya, itu merupakan jabatan mulia. Sedikitnya disamakan lah (penghasilan minimal),” tangkisnya.

Similar Posts