Uncategorized

Puasa Ayyamul Bidh, Tata Cara, Niat Dan Keutamaan

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Beserta Keutamaan dan Artinya

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melaksanakan salah satu ibadah sunnah, yaitu puasa Ayyamul Bidh. Sebelum masuk ketopik pembicaraan, ada baiknya untuk tau terlebih dahulu soal sejarah puasa Ayyamul Bidh itu sendiri, adapun berikut informasinya.

Dalam pengertian puasa Ayyamul Bidh menurut sebagian orang arab dan para ulama. Puasa ini memiliki arti yang cukup unik yaitu hari hari yang cerah. Arti kata tersebut diambil dari kalimat “Ayyamul Bidh” yang berartikan cerah. Beberapa teori juga mengartikan soal kalimat tersebut, lahir akibat pancaran bulan (malam hari) yang pada saatnya terang benderang.

Terlebih, lahirnya arti Ayyamul Bidh sendiri disokong dengan beberapa hadist yang menyebutkan tentang kebenaran tersebut. Maka tak heran disaat tanggal 13 sampai 15 mei, bulan akan terlihat lebih terang dari malam malam sebelumnya. Buat kalian yang tidak percaya akan hal tersebut, kalian bisa membuktikan sendiri pada hari dan tanggal yang tertera dipertengahan bulan mei.

Sementara itu, lahirnya anjuran soal puasa Ayyamul Bidh, pasti memiliki tata cara, niat dan keutamaan. Berikut kami telah merangkum, isi dari puasa Ayyamul Bidh yang harus kalian pahami.

 

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Nawaytu Shauma Ayyami Bidh Sunnatan Illahilai Ta’ala yang artinya “Saya niat berpuasa Ayyamul Bidh karna Allah lillahi Ta’ala.

Akan tetapi, ucapan niat dari puasa Ayyamul Bidh berbeda dengan niat dari puasa wajib dibulan suci ramadhan. Kalimat niat ucapan lisan tersebut, bisa dilakukan setelah fajar ataupun sebelum matahari terbit. Hal tersebut juga bisa diucapkan secara lisan ataupun didalam hati.

Pasalnya ini merupakan salah satu ibadah sunnah yang skemanya tidak memiliki kesamaan dengan puasa wajib. Namun, kesepakatan tentang kebaikan akan datang nya pahala saat sedang melakukan puasa tersebut, terbukti benar.

Bahkan ujaran tersebut terlontar langsung dari mulut salah satu Ustad Wahyul Afif Al Ghafiqi dalam suatu wawancara media publik. “Kalau puasa sunnah (niat) boleh di pagi hari. Misalnya, pagi belum makan belum minum serta melakukan hal yang membatalkan puasa, boleh dilanjutkan.”

 

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Tak jauh beda dengan puasa sunnah dan wajib lainnya, tata cara melakukan puasa Ayyamul Bidh sama persis dengan puasa wajib dan sunnah yang kita kenal.

Sebagai catatan niat diawal sebelum dan sesudah fajar, lalu menahan dahaga antara lapar dan haus hingga beduk magrib tiba. Adapun, berbagai godaan harus dapat di kontrol. Lebih baik lagi, jika disandingkan dengan beberapa kegiatan seperti sholat fardu dan sunnah, hingga membaca serta melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Kiranya akan lebih lengkap rasanya bila melakukan beberapa aktifitas tersebut.

 

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu sunnah dari baginda nabi Muhammad Saw. Barang siapa yang melakukan puasa Ayyamul Bidh dengan cara dan niat yang benar, maka baginya dijanjikan pahala seperti layaknya seseorang yang berpuasa satu tahun penuh. Adapun satu hari dari puasa Ayyamul Bidh, sama saja seperti 10 hari.

Sementara itu, ada beberapa hadist yang menyebutkan “Seseorang yang rajin berpuasa sunnah Ayyamul Bidh, juga akan mendapatkan pintu khusus Ar-Rayyan di surga kelak.”

Maka dari itu, hal ini sangat dianjurkan untuk semua umat muslim diseluruh dunia, pasalnya puasa sunnah Ayyamul Bidh memiliki pahala dan impact serta keutamaan yang sangat besar. Untuk kalian para umat musli, harus bisa memanfaatkan betul puasa sunnah Ayyamul Bidh.

Similar Posts