Berita

Mandi Wajib Setelah Melakukan Hadas Besar

Mandi wajib atau junub merupakan mandi yang berfungsi untung menghilangkan hadas besar. Tentunya wajib dilaksanakan supaya dapat melaksanakan ibadah kembali. Beberapa macam hadas besar yang membuat seorang muslim wajib melakukan mandi wajib atau junub di antaranya, ketika berhenti haid, berhenti nifas, setelah melakukan hubungan badan, dan mimpi basah atau keluarnya air mani. Mengenai mandi wajib tersebut dijelaksan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa dan surat Al-Maidah. Berikut penjelasannya. Pada surat An-Nisa’ Allah swt mewajibkan seorang muslim untuk mandi wajib ketika junub. Kewajiban mandi wajib yang benar berlaku untuk pria dan wanita yang mengalami hadas besar, tetapi dalam penjelasannya disebutkan bahwa apabila tidak menemukan air dapat melakukan tayamum. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’: 43). Kemudian dijelaskan juga dalam surat Al-Maidah berikut, “Dan jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6).

Lalu apakah niat yang dibacakan pada setiap mandi wajib sama? Seperti setelah haid, berhubungan badan dan lainnya. Terdapat beberapa niat yang berbeda, namun pada dasarnya seorang muslim dapat membaca niat mandi wajib yang utama, yaitu :

Bismillahirahmanirahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta’ala.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala.”

Kemudian, apabila hadas besar pada wanita disebabkan karena keluarnya darah dari organ intim  seperti datangnya haid ataupun setelah melahirkan atau nifas, maka niat mandi wajib yang harus dibaca adalah sebagai berikut:

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala.”

Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minan Nifasi Fardlon Lillahi Ta’ala.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca niat, kemudian dapat melaksanakan tata cara mandi wajib lainnya. Berikut adalah tata cara mandi wajib yang benar untuk pria dan wanita.

  • Pertama, membaca niat mandi wajib, untuk wanita yang selesai haid atau nifas dapat membaca niat mandi wajib setelah haid atau setelah nifas.
  • Membasuh tangan sebanyak 3 kali.
  • Membasuh alat kelamin dari kotoran dan najis.
  • Mencuci Tangan dengan sabun agar bersih kembali setelah membasuh kotoran.
  • Mengambil wudu sebagaimana biasanya.
  • Membasuh keseluruhan rambut di kepala dengan mengguyurnya sebanyak 3 kali.
  • Siram anggota badan sebelah kanan hingga tiga kali,
  • Siram anggota badan pada bagian kiri sebanyak tiga kali juga.
  • Menggosok bagian tubuh sebanyak tiga kali, cara mandi wajib ini terutama pada bagian yang sulit seperti pusat, ketiak, lutut dan lain-lain supaya terkena air.

Similar Posts