Travelling

Langkah Strategis Kebijakan Pariwisata Indonesia

Langkah Strategis Kebijakan Pariwisata Indonesia

Pariwisata Indonesia adalah salah satu penyumbang devisa dan penggerak roda perekonomian bangsa. Kontribusinya cukup tinggi sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus untuk sektor ini. Untuk mengatur agar pariwisata berjalan dengan baik perlu adanya kebijakan pariwisata Indonesia yang baik.

Pada tahun 2019 yang lalu, sektor pariwisata ini berhasil meraup devisa sekitar 17,6 miliar dolar AS. Sungguh pencapaian yang luar biasa karena mampu menjaring wisatawan asing untuk berkunjung. Kondisi sedikit berubah pada tahun 2020 ini ketika ada pandemi yang membatasi gerak pariwisata.

Strategi Kebijakan Pariwisata Indonesia

Walaupun terdampak oleh pandemi namun sektor pariwisata ini tidak boleh lumpuh. Pemerintah memiliki kebijakan untuk mengembalikan pesona pariwisata di mata dunia. Hal ini sebagai upaya untuk tetap menjaga kelangsungan ekonomi negara. Beberapa kebijakan yang bisa Kamu uraikan antara lain.

1. Mendorong Pengembangan Atraksi Wisata

    Langkah pertama dari kebijakan pariwisata Indonesia ialah mendorong tumbuhnya atraksi wisata. Caranya antara lain dengan mengadakan berbagai parade atau atraksi budaya yang dilaksanakan secara periodik, biasanya diselenggarakan 1 tahun sekali.

    Selain cara tersebut juga bisa dilakukan pengembangan atraksi wisata yang ditujukan kepada wisatawan berkualitas. Langkah ini dengan menetapkan carrying capacity atau kapasitas daya dukung pada beberapa destinasi utama. Contohnya adalah Danau Toba dan Labuan Bajo.

2. Mempercepat Proyek Infrastruktur

    Infrastruktur merupakan modal untuk kelancaran akses pariwisata. Dalam hal ini pemerintah telah menargetkan pengembangan infrastruktur seperti pembangunan New Yogyakarta International Airport, tambahan runway 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Proyek pengembangan juga dilakukan di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dengan membangun rapid exit taxiway. Beberapa bandara tersebut dipersiapkan untuk memberikan fasilitas yang memudahkan wisatawan untuk datang berkunjung.

    Pembangunan lain yang sedang dikejar antara lain jalan yang berada di sekitar lokasi destinasi wisata. Diharapkan dengan adanya infrastruktur yang baik akan membantu laju pariwisata semakin meningkat.

3. Peningkatan Kualitas Amenitas

    Upaya pengembangan amenitas ini dimulai dengan mempercepat pembebasan lahan yang akan digunakan. Saat ini yang menjadi destinasi prioritas adalah Borobudur dan Danau Toba. Selain langkah tersebut juga dilakukan Program Indonesia Bersih.

    Tujuan dari program ini sebagai gerakan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan pada semua destinasi wisata. Sedangkan dukungan dari pihak perbankan seperti ketersediaan fasilitas ATM dan tempat penukaran uang asing agar transaksi pelaku wisata tetap berjalan.

    Beberapa destinasi wisata juga didorong untuk menyediakan pembayaran elektronik agar memudahkan transaksi. Adanya dukungan tersebut secara tidak langsung menjadi nilai lebih ketika wisatawan akan berkunjung.

4. Penguatan Promosi Wisata

    Length of stay atau waktu tinggal bagi wisatawan akan diperpanjang. Cara ini dirasa efektif untuk memperkuat sektor pariwisata Indonesia. Cara yang bisa dilakukan saat ini yaitu dengan jalur marketplace atau promosi digital.

    Masing-masing destinasi wisata dapat mengemas paket wisata yang sesuai untuk dipromosikan. Langkah lainnya bisa dengan memperluas promosi wisata serta melakukan promosi di lokasi-lokasi yang masuk dalam area regional destinasi.

5. Mendorong Masuknya Investasi

    Investasi juga merupakan salah satu hal yang penting dalam kebijakan pariwisata ini. Upaya ini juga bisa sebagai langkah mengembangan destinasi wisata menjadi lebih baik lagi. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk memberikan fasilitas dan pengembangan yang sesuai dibutuhkan modal.

    Selain dukungan finansial, perlu juga didapatkan dukungan SDM dalam hal kepariwisataan serta perbaikan informasi dan data pariwisata. Informasi yang harus disediakan antara lain publikasi standarisasi serta klasifikasi kegiatan usaha wisatawan mancanegara.

    Pemerintah telah memberikan jalan keluar dengan adanya KUR (Kredit Usaha Rakyat) khusus untuk bidang pariwisata. Ada juga pendidikan vokasi dan program sertifikasi untuk bidang pariwisata agar terbentuk SDM yang berkualitas.

6. Menyusun Standar Prosedur Manajemen Pariwisata

    Untuk mengantisipasi dan memberikan solusi ketika suatu wilayah destinasi wisata terjadi bencana, maka disusunlah standar prosedur manajemen krisis bidang kepariwisataan. Daerah terdampak bencana biasanya akan lama untuk bangkit kembali.

    Adanya standar prosedur ini diharapkan bisa sebagai acuan yang membantu pemerintah dan pihak terkait untuk membangkitkan pariwisata yang terdampak. Pemerintah juga membentuk forum manajemen krisis khusus pariwisata pada beberapa daerah yang dinilai perlu.

Kebijakan pariwisata Indonesia ini disusun demi perkembangan pariwisata yang semakin baik. Terobosan strategi serta implementasi yang cepat, menjadi kunci untuk membangkitkan pariwisata Indonesia agar tetap banyak dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik.

Similar Posts