Uncategorized

Komponen Ruang AHU

Cooling coil

Komponen pertama yang ada dalam sistem AHU adalah cooling coil atau yang lebih sering disebut sebagai evaporator.Apa itu evaporator?Evaporator pada pre filter AHU memiliki fungsi yang sama dengan AC split rumahan yaitu mengontrol suhu udara yang akan dihembuskan ke ruangan.

Suhu serta kelembapan udara perlu diatur sedemikian rupa sebelum dihembuskan agar sesuai dengan kebutuhan ruangan.

Udara yang dingin dihasilkan dari udara hasil sirkulasi di dalam ruangan dengan udara yang berasal dari luar ruangan yang melewati coil yang bersuhu lebih rendah. Coil ini berfungsi untuk mendinginkan udara yang melewatinya. Oleh sebab itu disebut sebagai cooling coil.

Pergesekan antara udara bersuhu tinggi dengan coil yang bersuhu rendah membuat energi panas pada uap air berpindah ke kisi-kisi evaporator. Di tahap ini, uap air berubah bentuk menjadi cair. Berkurangnya uap air dari udara menyebabkan kelembapannya menurun.

Evaporator harus bisa menyerap banyak udara sekaligus dalam satu waktu. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan efektivitas evaporator. Oleh karena itu, kisi-kisi pada evaporator memiliki ukuran yang besar.

 

Static Pressure Fan (blower)

Evaporator telah mengatur suhu udara agar sesuai dengan kebutuhan ruangan. Selanjutnya, udara yang telah sejuk diembuskan ke dalam ruangan menggunakan perangkat yang bernama blower atau static pressure fan.

Dalam Air Handling Unit, blower yang dipakai memiliki gerakan radial. Blower memiliki motor tersendiri yang mampu melakukan konversi dari listrik menjadi gerak. Energi gerak yang dihasilkan oleh motor berguna untuk membuat kisi-kisinya bergerak dan memindahkan udara.

Jenis fan atau blower yang digunakan dalam sistem AHU adalah blower bertekanan tetap atau statis. Artinya, debit udara yang keluar dari blower selalu sama sepanjang waktu. Debit udara yang selalu sama menciptakan tekanan udara yang sama pula, sehingga lebih mudah untuk disesuaikan.

 

Filter

Komponen ketiga dari AHU yaitu filter atau penyaring. Filter berfungsi untuk mengatur banyaknya partikel udara serta mikroorganisme yang terkandung dalam udara yang akan masuk ke ruangan. Filter sangat dibutuhkan untuk memastikan udara yang akan diembuskan dalam kondisi yang bersih.

Filter dalam sistem AHU memiliki “rumah” atau housing tersendiri. Posisi dari filter ini sengaja dibuat untuk mudah dilepas dan dipasang. Tujuannya adalah untuk memudahkan ketika akan mengganti parts. Mengingat filter harus sering-sering diganti karena mudah kotor.

Selain itu, posisi filter juga harus diperhatikan. Jangan sampai udara yang masuk dan keluar dari sistem pendingin tidak melewatinya. Filter diletakkan pada jalan keluar dan masuknya udara agar seluruhnya dapat tersaring oleh filter.

Efisiensi filter pada sistem AHU berbeda-beda nahttps://id.sharp/news/3-filter-keren-pada-air-purifier-sharpmun ada 3 jenis yang paling sering digunakan, antara lain:

-Pre-filter (efisiensi penyaringan: 35%)
-Medium filter (efisiensi penyaringan: 95%)
-High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter (efisiensi penyaringan: 99,997%)

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemasangan filter ini adalah posisi penempatan filter harus diatur berdasarkan jenis dan efisiensi penyaringan filter yang akan menentukan kualitas udara yang dihasilkan.

 

Ducting

Ducting atau pipa udara menjadi komponen dalam sistem AHU yang keempat. Layaknya pipa udara pada umumnya, ducting berguna sebagai jalur atau jalan untuk mengalirkan udara. Ducting menghubungkan antara blower dengan ruangan tempat udara sejuk dihembuskan.

Ducting terbagi menjadi dua jenis yaitu ducting supply dan ducting return. Ducting supply merupakan pipa yang berguna untuk menyalurkan udara dari dalam AHU menuju ruangan. Sedangkan ducting return menyalurkan udara dari ruangan kembali ke sistem pendingin.

Ducting harus memiliki efisiensi yang tinggi untuk menyalurkan udara dari dan menuju sistem AHU tanpa adanya hambatan udara. Misalnya ada hambatan pun harus dibuat sekecil mungkin.

Jika ada kesalahan dalam desain ducting, kemungkinan sistem AHU dapat mengalami inefisiensi energi. Energi yang dikeluarkan lebih besar, namun tak sebanding dengan udara yang didistribusikan.

Permukaan ducting juga harus dibuat dari bahan yang tidak dapat menghantarkan panas. Tujuannya adalah menahan pengaruh udara panas dari luar saluran.

 

Dumper

Dumper bisa dikatakan sebagai keran dalam sistem AHU. Mengapa demikian? Sebab dumper berguna untuk mengatur debut udara yang diembuskan ke dalam ruangan. Dumper sendiri masih menjadi salah satu bagian dari ducting.

Semakin besar debit udara yang dikeluarkan dari dumper, tekanan udara di dalam ruangan pun akan lebih tinggi.

Similar Posts