Uncategorized

Impor Pertamina Turun 3,3 Juta Barel per Bulan

PT Pertamina (Persero) sukses menghemat impor minyak mentah dengan adanya kebijakan pembelian minyak berasal dari kontraktor kontrak kerja serupa (KKKS). Penghematannya meraih 70% di dalam sebulan. Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina Hasto Wibowo mengatakan, impor minyak kini cuma 7 sampai 7,5 juta per bulan. Padahal, umumnya setiap bulan impor minyak dapat 11 juta barel. “Overall baik bagi negara, devisa juga aman.

Menurut Hasto, penghematan itu gara-gara Pertamina dengan pengukuran flow meter lc dapat belanja minyak kontraktor sebanyak 112 ribu barel per hari atau 3,3 juta barel per bulan. Yang paling banyak adalah Chevron Indonesia, yakni 2,5 juta barel per bulan. Akan tetapi, ada satu KKKS besar yang tidak setuju menjual minyaknya kepada Pertamina, yakni ExxonMobil. Alasannya, kedua perusahaan tidak menemui titik temu tentang harga.

Berdasarkan Info yang diperoleh Katadata.co.id, Pertamina tidak sudi membayar sesuai harga pasar internasional seperti yang biasa diperoleh Exxon. Penyebab lainnya adalah terbatasnya kala negosiasi, supaya kedua perusahaan belum sepakat. Hal itu pun tidak dibantah oleh Hasto. Namun, ia tak sudi memerinci alasannya. “So far,ExxonMobil tidak sepakat,” kata dia.

Seperti diketahui, Pertamina setuju belanja proporsi minyak 11 KKKS. External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan 11 KKKS selanjutnya menjual minyaknya mulai bulan ini. Namun jadwal penjualannya tidak semua sama.

Ini gara-gara penjualan minyak (lifting) berasal dari mereka berbeda-beda, tergantung periode lifting terhadap tiap-tiap kontrak. Sebelas kontraktor selanjutnya di antaranya RH Petrogas Limited, PT SPR Langgak, PetroChina International Jabung Ltd, dan PT Bumi Siak Pusako.

Lalu ada PT Chevron Pacific Indonesia, SAKA Pangkah Indonesia Ltd, PT Energi Mega Persada Tonga, Petronas Carigali Ketapang I Ltd, Husky CNOOC Madura Ltd, PT Energi Mega Persada Tbk dan PetroChina International (Bermuda) Ltd.

Adapun pembelian minyak KKKS itu merupakan tindak lanjut berasal dari Pertamina sesudah terbitnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 42 Tahun 2018 tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Similar Posts