Uncategorized

Gadis Asal Pinrang Ini Malah Lolos Seleksi Kedokteran di China

Sebuah pepatah lama mengatakan ; “Tuntutlah pengetahuan meskipun hingga ke negeri China”. Rasanya ungkapan inilah yang menjadi impuls tidak benar seorang siswi ini sehabis menyelesaikan pendidikan menengahnya.

Gadis yang berasal berasal dari kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ini memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan tingginya di luar negeri sehabis lewat pendidikan era SMA.

Dialah Karina Dinda Lestari atau lebih akrab disapa bersama dengan Karina ini memilih negeri China sebagai daerah untuk menuntut pengetahuan bersama dengan mengambil alih jurusan Kedokteran.

Karina memilih tidak benar satu kampus yang tersedia di China, sehabis dirinya mengaku tak bahagia bersama dengan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ia kecewa saat menyadari dirinya hanya lulus seleksi pada pilihan kategori ke-2 yakni Jurusan Hubungan Internasional. Sementara, ia sangat meminta dapat lulus pada pilihan pertamanya yakni Jurusan Kedokteran.

Dengan inisiatif sendiri, ia akhirnya melacak program kuliah di luar negeri bersama dengan jurusan kedokteran yang dia inginkan. Karina beroleh sejumlah Info diantaranya di Jerman, Mesir dan China.

Anak pasangan Hj. Hariyani dan Ir.H. Ferdy Tuhulele ini akhirnya menjatuhkan pilihan untuk mengambil alih kedokteran di China. Untuk dapat lulus di fakultas kedokteran tersebut, Karina pun perlu mengikuti seleksi seperti penerimaan mahasiswa baru di kampus-kampus lain, sebelum akhirnya ia dinyatakan diterima sebagai mahasiswa.

Alumni terbaik SMA Negeri 11 Unggulan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini sukses lulus seleksi di College of International Education Liaoning Medical University, China.

Ia memanfaatkan waktunya menunggu hasil seleksi bersama dengan belajar bahasa mandarin untuk memudahkannya berkomunikasi. Seperti diketahui, bahasa mandarin terhitung merupakan bahasa pengantar yang digunakan kampus yang tersedia di China, tak hanya bahasa asing lainnya.

Negeri “Tirai Bambu” yang tetap merupakan rumpun asia dan pertimbangan ongkos hidup yang tetap terjangkau, menjadikannya memilih China sebagai negara untuk mewujudkan impiannya menempuh pendidikan kedokteran.

Momen lebaran di Indonesia tampaknya tak dapat ia rayakan bersama dengan keluarga. Karina perlu mengikuti ujian kuliah kedokterannya di kampus, yang waktunya bertepatan bersama dengan hari raya Idul Fitri. Biasanya, anak sulung berasal dari dua bersaudara ini memanfaatkan libur semesternya, setahun dua kali untuk berkumpul bersama dengan keluarganya di Indonesia.

Tidak enteng bagi Mahasiswa angkatan 2015 ini untuk sesuaikan diri bersama dengan lingkungan baru khususnya cuaca yang sangat tidak serupa musim bersama dengan Indonesia ini. China lewat empat musim, lebih-lebih ketika musim dingin mulai menyapa, cuaca dingin dapat capai minus 20 derajat.

Namun, impiannya menempuh pendidikan kedokteranlah yang menguatkannya untuk tidak mengeluh bersama dengan bermacam tantangan yang dihadapinya selama kuliah di China. Saat ditanya kesempatan untuk menuntut pengetahuan lanjutan, Karina mengaku lebih bahagia melanjutkan jenjang pendidikan S2-nya kelak setelah lulus skripsi kedokteran di negara yang tidak serupa lagi.

“Semangat, jangan patah semangat, selamanya mengusahakan dan berdoa, dikarenakan Tuhan kasih apa yang kita butuhkan bukan apa yg kita inginkan,” begitu pesan Karina menutup perbincangan mengenai impiannya yang akhirnya terwujud di fakultas kedokteran di China.

Similar Posts