Uncategorized

Cara Kerja Dan Penggunaan Coriolis Flow Meter

Prinsip kerja berasal dari coriolis flow meter ialah dengan mengacu terhadap hukum gerak Newton kedua, yakni massa cairan berbanding terbalik dengan akselerasi. Flow meter coriolis memakai tabung yang didesain dalam bentuk lurus maupun melengkung.

Dalam desain tabung melengkung, tabung diberi getaran memakai arus elektromagnetik dengan amplitudo yang kecil. Sementara sensor dipasang terhadap sisi masuk dan keluar fluida dengan jarak yang serupa berasal dari titik pusat tabung.

Ketika fluida mengalir memasuki tabung, inersia fluida akan sebabkan amplitudo getaran tabung berubah, kondisi ini akan menimbulkan perbedaan fase antara bacaan sensor masuk dan keluar yang diukur berasal dari faktor waktu. Perbedaan selagi yang diukur akan digunakan untuk memilih laju aliran massa berasal dari fluida.

Sementara dalam kondisi tidak tersedia cairan yang melewati tabung, amplitudo selamanya berada terhadap kondisi konstan dan kedua sensor yang berada terhadap sisi masuk dan sisi keluar selamanya berada terhadap fase yang sama.

Penggunaan Coriolis Flow Meter

Coriolis flow meter digunakan dalam berbagai aplikasi dimana pengukuran massa aliran perlu pengukuran secara akurat. Adapaun pengaplikasian flow meter ini seperti:

Pada kilang minyak dan gas untuk mengukur laju aliran fluida
Aplikasi di berbagai pabrik, seperti untuk pengukuran massa pelarut, resin, perekat dan banyak lagi.
Penambangan, pemprosesan mineral, dan pelapisan.
Pabrik kimia, sebab umumnya reaksi kimia didasarkan terhadap satuan massa.

Bila kami mengamati deskripsi di atas, sebenarnya terhadap dasarnya perbedaan coriolis flow meter digital dan thermal mass flow meter terletak terhadap metode kerjanya. Namun kudu diketahui bahwa Coriolis flow meter dikenal lebih unggul berasal dari thermal mass flow meter berasal dari faktor akurasi, agar lebih banyak diaplikasikan terhadap industri yang perlu keakuratan.

Namun kudu termasuk diketahui bahwa ongkos instalasi flow meter coriolis tergolong mahal, khususnya seumpama dibandingan dengan thermal mass flow meter. Disamping itu, hasil pengembangan lebih lanjut berasal dari thermal mass flow meter seperti peningkatan terhadap sensivitas aliran, peningkatan komputasi alogaritma dan mikroprosesor untuk mendeteksi laju aliran massa yang jauh lebih baik berasal dari sebelumnya tapi dengan ongkos instalasi yang lebih rendah

Similar Posts