Berita

Bagaimana Struktur Kurikulum SMA

Bagaimana Struktur Kurikulum SMA

 

Kurikulum adalah kumpulan rencana dan pengaturan yang berkenaan dengan tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan menengah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Menengah adalah kurikulum fungsional yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan menengah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan berpedoman pada pedoman pengembangan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta pertimbangan komite sekolah/madrasah.

Baca juga Sma Di Bali

Struktur kurikulum SMA/MA meliputi bahan ajar yang dipelajari dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, dimulai dari Kelas X dan diakhiri dengan Kelas XII. Kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan serta standar kompetensi mata pelajaran. Kelas-kelas di SMA/MA dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas X yang merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh siswa, dan kelas XI dan XII yang merupakan program utama yang terdiri dari empat program: 1) Program IPA, 2) Program IPA Sosial Pengetahuan, 3) Program Bahasa, dan 4) Program Keagamaan, yang semuanya hanya tersedia untuk siswa MA. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut yang berkaitan dengan profesinya. Untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien, serta mengembangkan keterampilan dan keahlian, mereka harus memiliki stamina yang tinggi, menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, etos kerja yang kuat, dan kemampuan berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. Kurikulum SMK/MAK meliputi mata pelajaran wajib, mata pelajaran dasar kejuruan, muatan lokal, dan pengembangan diri. Berdasarkan standar kompetensi lulusan, standar kompetensi kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi mata pelajaran khusus, struktur kurikulum dirancang untuk siswa berkelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial. Kurikulum pendidikan luar biasa meliputi delapan hingga sepuluh mata pelajaran, muatan lokal, program khusus, dan pengembangan diri. Program orientasi dan mobilitas untuk siswa tunanetra, pengembangan komunikasi untuk siswa tunarungu, pengembangan diri untuk siswa tunagrahita dan tunadaksa, dan konseling pribadi untuk siswa tunarungu adalah bagian dari program khusus.

 

 

Similar Posts