Uncategorized

Apakah peserta ujian CPNS yang belum divaksin langsung gugur?

Banyak peserta ujian CPNS 2021 yang bertanya mengenai keputusan harus vaksin bagi peserta di Jawa, Bali dan Madura. Salah satu pertanyaan yang mencuat adalah mengenai apakah peserta ujian CPNS 2021 yang belum vaksin akan langsung dinyatakan gugur. Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen menyampaikan penjelasan mengenai perihal ini.

Dia bilang, untuk peserta seleksi yang belum divaksin Covid-19 sebab di daerahnya tidak ada ketersedian vaksin, maka harus menanti hasil koordinasi pemerintah. “Kami sedang koordinasi bersama dengan BNPB apakah mampu senantiasa izinkan ikut seleksi atau tidak

Meski begitu, mungkin besar peserta berikut tetap mampu senantiasa mengikuti ujian, cuma saja akan ada dua ketetapan yang harus difinalisasi. “Mudah-mudahan panduan dari BNPB sebab bukan kekeliruan peserta, ada 2 kemungkinan. Pertama, diizinkan sebab persedian vaksinnya nggak ada atau kedua dijadwalkan kembali dan di drop vaksin ke area itu,” kata Suharmen.

Terkait harus vaksin untuk peserta ujian bimbel CPNS di Jawa, Madura, dan Bali ini, ia mengatakan bahwa semua instansi harus langsung berkoordinasi bersama dengan Satgas setempat untuk memastikan ketersediaan vaksin dan memobilisasi percepatan vaksinasi. “Ini tadi udah kami imbau kepada semua instansi sementara kami rapat koordinasi,” ucapnya.

Apabila ketersediaan vaksin pada H-3 ternyata tidak mencukupi, maka Pansel instansi mampu menentukan peserta ujian CPNS 2021 tidak diwajibkan vaksin. “Tentu sehabis berkoordinasi bersama dengan kami di pusat, apakah peserta tadi harus atau tidak harus mengikuti vaksin.

Kami pasti saja benar-benar mendorong prinsip utamanya adalah kami tidak boleh merugikan para peserta,” katanya. Peserta ujian CPNS 2021 sebetulnya harus udah menjalani vaksinasi minimal dosis pertama, tetapi ada pengecualian bagi peserta tertentu yang tidak mampu divaksin. Suharmen memastikan bahwa kewajiban mengikuti vaksin dosis pertama berlaku untuk peserta yang dijadwalkan ujian di Jawa, Bali dan Madura.

Namun demikian kami memahami betul bahwa tidak semua orang mampu divaksin,” ujar Suharmen. Lantas bagaimana nasib orang-orang yang tidak mampu mencukupi syarat untuk mampu beroleh vaksin? Suharmen menegaskan, mereka tetap senantiasa punyai kesempatan mengikuti ujian CPNS 2021.

“Nah kecuali ada yang tidak mampu divaksin jika ibu hamil atau menyusui, sesudah itu penyintas Covid yang waktunya belum 3 bulan, sesudah itu orang yang komorbid yang tidak mampu divaksin, maka yang bersangkutan harus untuk mempunyai surat keterangan dokter yang membuktikan bahwa peserta berikut tidak mampu divaksin,” ujarnya.

Jadi mereka tetap senantiasa diberikan kesempatan tetapi harus mempunyai surat keterangan dokter yang membuktikan bahwa mereka tidak mampu divaksin sebab beberapa alasan,” sambung Suharmen. Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi BKN Mohammad Ridwan menambahkan bahwa akan ada pengecualian sebab yang ditentukan oleh panitia pusat itu adalah keputusan secara ideal.

Karena itu, ia meminta kepada para peserta yang sebetulnya tidak mampu divaksin untuk tak harus khawatir. Ia terhitung menyampaikan ketetapan mengenai surat dokter yang harus dibawa peserta. “Surat dokter yang dimaksud haruslah surat dokter pemerintah sebagaimana amanat keputusan perundang-undangan. Jadi tiap-tiap ada surat keterangan dari medis haruslah dokter pemerintah bukan dokter swasta, di Puskesmas terhitung udah ada,” tambahnya.

Similar Posts