Tips Trik

Alat ukur linear tidak langsung dan cara menggunakannya

Kadang-kadang kita tidak bisa melakukan pengukuran langsung dikarenakan adanya pengukuran yang memerlukan kecermatan yang tinggi ataupun karena bentuk benda ukur yang tidak memungkinkan untuk diukur dengan alat ukur langsung. Untuk keadaan seperti ini maka biasanya dilakukan pengukuran tak langsung, dalam hal ini adalah pengukuran linier.

Untuk melakukan pengukuran linier tak langsung ada dua jenis alat ukur yang biasa digunakan yaitu alat ukur standar dan alat ukur pembanding.

 



Alat ukur standar
Yang termasuk dalam kategori alat ukur standar untuk pengukuran linier tak langsung adalah: Blok ukur, batang ukur dan kaliber induk tinggi.

  • Blok ukur

Blok ukur dikenal juga dengan berbagai nama misalnya end gauge, slip gauge, jo gauge (johanson gauge). Sebagai alat ukur standar, maka blok ukur ini dibuat sedemikian rupa sehingga fungsinya sesuai dengan namanya yaitu alat ukur standar. Alat ukur ini berbentuk segi empat panjang dengan ukuran ketebalan yang bermacam-macam. Dua dari 6 permukaannya adalah sangat halus, rata dan sejajar.

 

Kedua permukaan ini sangat halus dan rata maka antara blok ukur yang satu dengan blok ukur yang lain dapat digabungkan/disusun tanpa perantara alat lain. Karena blok ukur ini diperlukan untuk pengukuran presisi sebagai alat ukur standar maka alat ukur ini harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama.

 

Biasanya bahan untuk membuat blok ukur adalah baja, karbon tinggi, baja paduan atau karbida. Kegunaan dari blok ukur ini antara lain untuk: mengecek dimensi ukuran alat-alat ukur, mengkalibrasi alat ukur langsung seperti mistar ingsut, mikrometer dan mistar ketinggian, menyetel komparator dan jam ukur, menyetel posisi batang sinus dan senter sinus dalam pengukuran sudut, dan mengukur serta menginspeksi komponen-komponen yang presisi di dalam ruang inspeksi.


  • Batang ukur

Batang ukur merupakan alat ukur standar dalam  proses pengukuran tak langsung, diantaranya  berfungsi untuk kalibrasi susunan blok ukur dan  penyetelan posisi nol dari alat ukur besar.

 

  • Kaliber induk tinggi

Alat pengukuran yang berfungsi mengukur tinggi benda terhadap suatu bidang acuan atau bisa juga untuk memberikan tanda goresan secara berulang terhadap benda kerja sebagai acuan dalam proses permesinan.

 

Alat ukur pembanding
Alat ukur pembanding adalah alat ukur yang mempunyai skala ukur yang sudah dikalibrasi. Alat ini hanya dipakai sebagai pembacaan besarnya selisih suatu dimensi terhadap ukuran standard.

  • Dial tes indikator

Dial tes indikator disebut juga pupitas/jam ukur tes yang berfungsi untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dan mengukur daerah toleransi suatu produk. Berikut ini gambar bagian-bagian dial tes indikator yang banyak ditemui di bengkel-bengkel pemesinan.

 

  • Kaliber ketinggian

Kaliber ketinggian adalah sebuah alat sebagai pembanding ukuran ketinggian standar dengan tinggi objek ukur yang terdiri dari :

  1. Kaliber induk ketinggian
  2. Blok geser, pupitas atau penggores
  • Kaliper celah

Kaliper celah adalah alat ukur yang biasa digunakan untuk memeriksa jarak-jarak yang kecil atau ukuran celah-celah diantara dua permukaan. Alat ini dipakai secara luas dalam bidang pemesinan, fitting dan otomotif. Contohnya untuk menyetel pisau mesin frais atau memeriksa kelonggaran katup pada mesin. Kaliper celah dibuat dari baja yang lentur dan berkualitas tinggi. Tiap set terdiri dari 10 buah kaliper atau lebih, dijepit pada penjepit baja dengan pena yang berfungsi sebagai gantungan pada saat kaliper digunakan. Sebuah kaliper celah yang berisi 10 kaliper masing-masing kalipernya mempunyai ukuran yang tertera pada tiap kaliper, dimulai dari ukuran 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,30; 0,40; 0,50; 0,60; 0,70 dan 0,80 mm


  • Telescoping gauge

Telescoping gauge berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu benda yang memiliki diameter yang kecil atau yang tidak dapat diukur dengan alat ukur micrometer dalam. Alat ukur telescoping gauge memiliki handle atau grip (pemegang) yang dihubungkan pada bagian cross piece. Selain itu pada telescoping gauge juga terdapat plunger yang digunakan untuk mengukur diameter dalam suatu benda. Bagian dalam plunger terdapat pegas, sehingga plunger dapat ditekan.

 

Telescopic plunger dapat dikunci dengan menggunakan sekrup pengunci (locking screw atau juga bisa disebut lock nut) dengan cara memutarnya sehingga posisi telescopic plunger tidak akan bergeser atau berubah-ubah. Alat ukur telescoping gauge ini terdapat berbagai macam ukuran sehingga jika akan menggunakan telescoping gauge sesuaikan ukuran lubang yang akan diukur dengan ukuran alat.

 

Pengukuran menggunakan alat ukur telescoping gauge membutuhkan perasaan atau feel agar hasil pengukurannya dapat tepat. Feel ini dapat diperoleh jika operator atau pengukur sering melakukan pengukuran menggunakan alat telescoping gauge ini.

Similar Posts