Kesehatan

Bagaimana cara mengobati penykit listeriosis yang terjadi pada sipenderitanya

Listeria atau listeriosis merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dan bakteri tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh melalui beberapa makanan yang dikonsumsi. Infeksi ini terjadi karena adanya pasien yang  mengonsumsi makanan sepertihalnya daging yang tidak dimasak dengan benar ataupun susu yang tidak dipasteurisasi. Kebanyakan orang yang memiliki tubuh dengan gaya hidup yang sehat, sehingga memiliki daya tahan tubuh yang kuat jarng untuk sekedar terkena penyakit yang satu ini. Akan tetapi, penyakit tersebut ternyata juga dapat berakibat fatal kepada anak bayi serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (seperti pengidap HIV/AIDS). Bakteri penyebab listeria juga dapat bertahan hidup di dalam bahan makanan walaupun disimpan di lemari pendingin. Maka dari itu, sangat disarankan bagi orang-orang yang memiliki risiko tersebut ternyata lebih tinggi terkena penyakit listeria untuk sekedar menghindari konsumsi makanan yang cenderung berpotensi terdapat bakteri listeria di dalamnya (seperti susu mentah dan daging). “dilansir dari lamah sehatq” berikut ketahui gejalanya terlebih dahulu sebelum kita mengetahui bagaimana cara mengobati listeriosis atau listeria tersebut. gejala yang terjadi sepertihalnya demam, nyeri otot atau bahkan mual yang disertai dengan diare. Apabila terjadi infeksi penyakit listeria telah menyebar ke sistem saraf, maka gejala yang muncul pada umumnya seperti pusing, bingung, kejang-kejang, serta kehilangan keseimbangan dan disertai dengan rasan bingung. Juga terasa kaku pada bagian leher. Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab utama timbulnya penyakit listeria adalah bakteri listeria monocytogenes. Bakteri ini ternyata dapat ditemukan di tanah, air, dan kotoran binatang. Dan kebanyakan seseorang yang mengkonsumsi beberapa makanan seperti susu yang belum dipasteurisasi, daging hewan yang terkontaminasi, bahkan sayur mentah yang tumbuh diranah yang terkontaminasi. Mengakibatkan resiko lebih rentan untuk terserang penyakit listoriosis tersebut. “dilansir dari laman Klikdokter”  Bakteri penyebab listeriosis hidup di tanah, air, dan feses hewan. Selain itu, bakteri tersebut juga dapat hidup pada makanan, peralatan produksi makanan, dan pendingin makanan. salah satu yang menjadi tips bagaimana mengobati listeriosis tersebut, hindari beberapa hal lististeriosis yang sering kali ditularkan melalui sayur dan buah yang mentah. Serta produk susu yang diproses termasuk es krim yang terkadang menjadi menu favorite kita. Bahkan produk susu yang tidak di pasterurisasi sepertihalnya keju lunak dan susu. Dan daging yang diproses, salah satunya daging olah dan makanan lain yang disimpan ditempat dingin. Bakteri penyebab listeria tidak terbunuh di lingkungan dingin yang terdapat pada lemari pendingin dan freezer, akan tetapi resiko yang akan terjadi pertumbuhannya menjadi lebih lambat. Bakteri tersebut memiliki kemungkinan besar untuk rusak akibat cuaca panas, oleh karenaya dengan suhu yang panas dapat menjadi cara mengobati listeriosis tersebut karena bakteri dapat terbunuh. Menghangatkan makanan yang diproses hingga suhu 73.8º C ternyata dapat membunuh bakteri tersebut. Keluhan yang paling ringan yang dapat timbul adalah gangguan saluran pernapasan, diare, dan demam. Terkadang, sebagian orang tidak mengalami gejala awal hingga berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu setelah paparan terhadap kuman tersebut. Bagi sebagian besar orang, tanda dan gejala yang timbul dapat sangat ringan dan infeksinya tidak terdeteksi. Tanda dan gejala dapat mulai timbul satu hingga tiga hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Pada sebagian kasus, listeriosis dapat menyebar ke luar dari saluran cerna. Infeksi yang lebih lanjut tersebut dikenal dengan istilah listeriosis invasif dan dapat menyebabkan tanda dan gejala yang cukup berat, di antaranya, nyeri kepala, perubahan kesadaan serta kekakuan pada leher. Dan merasa kebingungan. Juga gangguan keseimbangan atau kesulitan berjalan. Bahkan terasa kejang. Adapun beberapa komplikasi yang dapat terjadi mencakup infeksi tersebut yang terjadi pada selaput otak, infeksi pada katup jantung, dan infeksi pada aliran darah. Umumnya, kasus yang berat membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pada wanita yang sedang hamil, dapat tidak timbul tanda atau gejala, sehingga wanita hamil tersebut tidak menyadari bahwa sedang terinfeksi. Listeriosis pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran atau kondisi bayi yang kurang baik.

Similar Posts